Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 29 September 2020

BINCANG ALUMNI TEKNIK MESIN UNS

Share & Comment

Tanggal : 20 September 2020

Narasumber : Muhammad Toyib Teknik Mesin 2004

Pada tanggal 20 September 2020, Divisi Humas dan Alumni KMTM FT UNS melakukan bincang alumni bersama Bapak Muhammad Toyib selaku  alumni dari Teknik mesin UNS angkatan 2004. Bincang alumni ini dilakukan secara langsung di rumah Pak Toyib dengan menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi. Melalui bincang alumni ini banyak cerita pengalaman, ilmu, serta pesan yang beliau berikan. Beliau menceritakan pengalamannya dari awal beliau kuliah hingga sampai di posisinya saat ini. 

Ketika beliau sebagai mahasiswa pak Toyib pernah tinggal di Masjid, pada awal kuliah Pak Toyib menyukai Ilmu komputer, dan belum ada pandangan di Teknik Mesin, hingga sampai semester 4 sempat terpuruk, dan akhirnya menemukan titik baliknya di semester ini, yaitu ketika terpilih sebagai ketua himpunan dari Teknik Mesin, hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di semester 14. 

Beliau berpesan dalam menjalani proses kuliah jangan hanya sibuk di akademis saja, namun kita sebagai mahasiswa S1 Teknik Mesin UNS harus memperbanyak organisasi guna mengasah softskill dan melatih mental guna bekal di dunia kerja nantinya. Perjuangan mencapai sebuah mimpi memanglah berat namun asalkan kita ada kemauan belajar pasti bisa, hal itu merupakan pesan yang disampaikan oleh beliau.

Ketika Pak Toyib bekerja di PT Ungaran Sari Garment Unit PA 1 Garment Industry , Beliau sangat totalitas dalam bekerja di perusahaan, hingga karirnya meningkat dari gaji kecil hingga tinggi. Beliau memiliki prinsip  bekerja dengan baik maka akan dibayar dengan baik. Namun pada akhirnya Beliau memilih keluar dari perusahaan karena sebagai karyawan pasti diberi tekanan dan target-target tertentu, dan terlalu dibatasi dalam bekerja itu yang menjadikan alasan mengapa beliau memilih resign dari perusahaan. Karena setiap kemajuan dimulai ketika berani meninggalkan zona nyaman.

Hingga pada saat ini Pak Toyib mengelola perusahaan sendiri yang bergerak di bidang percetakan garmen bernama PT Indigo Biru Baru, dengan menggunakan prinsip Green Factory, yaitu prinsip bekerja yang tidak terlalu menekan karyawan dengan target tertentu. Prinsip ini tentunya didukung oleh komitmen secara bersama-sama  dengan sikap yang bertanggung jawab. Hal ini terbukti hasilnya lebih baik, hingga sampai sekarang perusahaan beliau semakin berkembang dan baru saja perusahaan beliau mendapatkan pendanaan dari sebuah perlombaan start up yang hadiahnya lumayan besar.

Pak Toyib berpesan selama kita berbuat bagus dengan memanusiakan manusia kita akan dapat balasan yang setimpal dengan perbuatan kita. Konsep memanusiakan manusia yang memiliki cita-cita sama ingin selalu dihormati dan dihargai. Itu adalah keinginan mendasar dari seorang manusia, Terlebih dalam interaksi dengan sesama manusia termasuk orang perorangan.

Pak Toyib juga berpesan untuk teman-teman mahasiswa agar  menghidupkan kembali Markas KMTM untuk belajar bersama serta berpesan agar teman-teman mahasiswa percaya diri akan kemampuan yang dimiliki dan secara terus menerus mengasah kemampuannya agar dapat berkembang dengan baik. Karena kuliah itu tidak hanya sekedar memanfaatkan kuliah di ruangan saja. Namun memanfaatkan jaringan, lingkungan, belajar organisasi, dan beranilah keluar dari zona nyaman. "Itu juga akan bermanfaat untuk ke depannya," paparnya.


Tags:
 

Berita Populer

Bengawan Team UNS meraih posisi runner-up di Shell Eco-marathon Asia 2014. Selengkapnya...
Di Kompetisi Kincir Angin Indonesia 2013 Tim Bengawan meraih juara dua. Selengkapnya...

Berita Terbaru

Ikuti kami melalui email

Copyright © KMTM FT UNS | Designed by KOMINFO KMTM FT UNS